About Us


Banyak sahabat-sahabat penulis yang menanyakan tentang Trinitas atau Tritunggal, biasanya jawaban yang penulis berikan adalah “jawaban secara iman” yang ada dalam Alkitab, yaitu: Bapa, Anak, dan Roh Kudus, itu satu adanya; namun penulis menyadari bahwa jawaban ini kurang memuaskan. Ketika saudara kandung penulis sendiri menanyakan hal tersebut, dan penulis berikan jawaban yang sama, ternyata justru memicu perdebatan dan diskusi yang panjang, setelah penulis menyadari bahwa perdebatan panjang lebar ini tidak akan selesai karena yang diperdebatkan adalah iman melawan logika pasti tidak akan nyambung, pasti ada suatu jembatan yang menghubungkan antara iman dan logika, karena logika tidak akan bisa menangkap iman. Dengan jawaban yang kurang memuaskan itu menimbulkan semangat penulis untuk semakin berusaha lebih dekat kepada Tuhan Yesus dengan memohon bantuan-Nya untuk menerangi dan memecahkan masalah ini. Pada suatu malam sebelum tidur penulis berdoa, meminta agar Tuhan Yesus memberikan penerangan, membuka pikiran penulis, untuk lebih mengerti tentang Trinitas. Kira-kira dini hari, sekitar jam dua, penulis terbangun, dan merasa diterangi Roh Kudus, untuk mengerti mengenai Trinitas. Semua firman-firman dalam Perjanjian Baru yang pernah penulis baca, teringat kembali dan terangkai, berkaitan satu sama lainnya, begitu luar biasa indahnya, membentuk suatu pengertian mengenai Trinitas. Keindahan yang belum pernah penulis dapatkan dalam ilmu apapun yang pernah penulis pelajari. Ternyata jembatan penghubung antara logika dan iman adalah pemahaman mengenai firman yang ada didalam Alkitab itu sendiri, dengan bantuan Roh Kudus jembatan yang semula tidak nampak akan menjadi nampak jelas sekali dan jembatan itu adalah “Jembatan Pemahaman Kebenaran”.
Semula, dalam buku ini penulis hendak menulis mengenai Trinitas saja, tetapi saat penulis mulai membaca dan menyelidiki Alkitab, mencari ayat-ayat yang terangkai dan berkaitan dengan Trinitas, penulis mulai teringat ketika penulis masih duduk dibangku kelas satu sekolah Katholik di Surabaya ada seorang pastur Belanda yang menanyakan mengenai nama Bapa kami yang ada disorga, tidak ada seorangpun diantara para murid yang bisa menjawabnya, kemudian pastur itu memberi tahukan mengenai nama Bapa yang disurga yaitu bernama YAHWEH, semulah penulis sudah lupa sama sekali mengenai nama YAHWEH yang teringat hanya nama Yesus, kemudian penulis terinspirasi untuk membahas tentang kebenaran yang lebih luas, mengenai nama Bapa, nama Anak, mujizat, kuasa Yesus, apa arti penebusan, bagaimana kasih Tuhan pada umatnya, dan banyak lagi kebenaran-kebenaran lain yang tidak mungkin semuanya diuraikan dalam buku ini. Buku ini ditulis hanya didasarkan atas kesaksian pribadi penulis sebagai orang Kristen Katholik yang menguraikan tentang apa itu Trinitas atau Tritunggal. Sudah barang tentu uraiannya semata-mata didasarkan atas kesaksian pribadi penulis akan kebenaran Trinitas.
Meskipun kesaksian ini bersifat subyektif, namun hasil kesaksian ini diuji oleh penulis dengan firman-firman yang ada dalam Alkitab, dan semua kesaksian yang ada dalam buku ini mempunyai pondasi firman yang bersumber dari dalam buku “LEMBAGA ALKITAB INDINESIA “ diterbitkan di JAKARTA 1989.
Sebelum membaca Alkitab perlu dipahami lebih dahulu mengenai sebutan TUHAN, Tuhan ALLAH, ALLAH, allah dan sebagainya ini penting sekali supaya yang dibaca benar benar mengerti, istilah ini bisa dibaca dalam kamus Alkitab pada bagian belakang, disini penulis mencoba untuk menjelaskan secara singkat antara lain:

- kata TUHAN huruf besar semua berarti Tuhan yang disembah Abraham, Ishak, Yakub dan bangsa Israel yang bernama YAHWEH maka kata TUHAN digantikan dengan Tuhan YAHWEH atau YAHWEH
- ALLAH sama dengan YAHWEH
- Tuhan ALLAH sama dengan Tuhan YAHWEH
- Allah sama dengan Tuhan atau Elohim
- allah sama dengan sesembahan yang bukan oknum sorgawi

Dalam firman disebutkan bahwa Tuhan Yesus telah diberi semua kuasa Bapa-Nya, seperti yang ditulis dalam Alkitab, antara lain berbunyi sebagai berikut:

• Tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa tanpa melewati Aku” (P. Baru: Yohanes: 14:6)
• Aku dan Bapa adalah satu. " (P. Baru: Yohanes: 10:30)
• Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” (P. Baru: Matius: 28:18)
• Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa " (P. Baru: Matius: 9:6)
• Bapa telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,” (P. Baru: Yohanes: 5:22)
• Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.” (P. Baru: Wahyu: 1:18)
• Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati (II Timotius 4:1)
• yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya (P. Baru: Matius: 12:18)

Jika kita berbicara mengenai Ketuhan pondasi yang utama adalah kuasa yang ada pada Tuhan yang disembah berupa mujizat, pengampunan dosa yang pada akhirnya masuk dalam kerajaan sorga, kalau tuhan yang kita sembah tidak punya kuasa dan hanya dalam angan-angan saja maka tidak perlu dibicarakan pada buku ini karena tidak akan ada faedahnya, jadi berdasarkan kuasa-kuasa yang ada pada Tuhan Yesus seperti diatas ini membuktikan akan kebenaran Trinitas yaitu kemanunggalan BAPA dengan Anak-NYA.
Sedangkan kuasa yang tidak ada pada Yesus adalah mengenai kapan hari kiamat itu terjadi, tapi pelaksanaan penghakiaman atas hari kiamat dilaksanakan oleh Tuhan Yesus. Mengenai waktu hari kiamat itu “tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.", karena kapan hari kiamat itu terjadi tidak ada yang tahu hanya Bapa saja yang tahu, maka kuasa kapan hari kiamat terjadi itu ada sama dengan tiada, karena tidak ada yang tahu yang tahu hanya Bapa saja sehingga kuasa yang ada pada Tuhan Yesus melekat menjadi satu sama dan sebangun dengan kuasa Bapa-Nya, inilah yang disebut Trinitas yaitu kuasa pada Bapa, Anak dan Roh Kudus satu adanya.

Sama halnya dengan firman yang dicatat dari injil Yohanes 14:6 “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” firman ini menyatakan bahwa kalau seseorang mau datang kepada Tuhan YAHWEH harus melewati Yesus, tanpa melewati Yesus mereka tidak akan sampai kepada Bapa yang ada disorga, sama saja mereka tidak bisa sampai ke sorga sebab yang menjaga pintu di sorga adalah Tuhan Yesus dan Bapa ada didalam sorga, pengertian kuasa inilah yang mendukung pengertian kebenaran bahwa semua kuasa Bapa diberikan kepada Tuhan Yesus hanya kuasa mengenai kapan hari kiamat itu terjadi tidak diberikan kepada Tuhan Yesus, maka kuasa yang ada pada Bapa melekat semuanya pada Tuhan Yesus, inilah suatu kebenaran akan Tinitas yaitu kuasa Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah satu, kalau seandainya BAPA bisa ditemui oleh manusia ini berarti tidak ada kesatuan antara BAPA dan Anak yang berarti pula hilanglah arti Trinitas itu, demikian juga semua kuasa-kuasa yang ada diatas membuktikan bahwa Tuhan Yesus merupakan kesatuan dengan BAPA-Nya.
jadi berdasarkan kuasa ini kalau Tuhan Yesus berkenan atau mengijinkan barulah seseorang bisa masuk menemui Bapa di sorga, Jika Tuhan Yesus tidak berkenan atau tidak mengijinkan seseorang, maka orang ini tidak akan bisa menemui Bapa alias tidak bisa masuk sorga, dengan kuasa ini juga merupakan salah satu bukti akan pengertian kebenaran Trinitas karena kuasa Bapa ada pada Tuhan Yesus, kalau mau ke Bapa atau kesorga harus melewati Tuhan Yesus, pengertian ini dapat juga dibayangkan Bapa ada didalam istana sorga yang menjaga pintu sorga itu Tuhan Yesus bagaimana bisa samapi ke Bapa kalau tidak dibukakan sama Tuhan Yesus, karena Dia yang memegang kunci kerajaan sorga, dengan dasar kuasa inilah maka Kuasa Bapa, Anak dan Roh Kudus itu satu adanya.

Silahkan klik disini untuk mendownload buku Kebenaran TRINITAS





Ir.Johanes Sudarsiman

Penulis buku Kebenaran TRINITAS